Thursday 20th of January 2011 05:58:45 PM
Posted In Interior

Optimalisasi Jalusi Sebagai Pengganti Exhausvan

Siapa sih yang tidak menginginkan suasana yang segar dan adem di dalam huniannya? Pastilah tidak seorangpun mau berpanas-panas di siang hari, terutama di dalam rumahnya sendiri. Alasan ini yang menyebabkan pemakaian barang elektronik seperti kipas angin dan AC (baca: air conditioner) terus-menerus dinyalakan terutama di siang hari. Tekan tombol ON, panas pun hilang.

Padahal, penghawaan yang baik pada sebuah hunian dapat diusahakan untu memperoleh suasana yang segar dan adem dalam rumah. Secara ventilasi silang, kita dapat memaksimalkan potensi tropis di Indonesia yang banyak angin, untuk menambah kualitas penghawaan di dalam rumah. Dengan memasukkan udara luar yang berhembus lewat banyak bukaan, sebuah rumah dapat terasa adem dan segar karena sirkulasi yang baik.

 

Jalusi atau bovenlich sebagai fungsi ventilasi

Jalusi atau bovenlich adalah salah satu dari contoh bukaan yang memungkinkan masuknya udara ke dalam rumah. Jalusi sering didapati pada bagian atas sebuah pintu atau jendela rumah. Fungsi jalusi yang terutama memang sebagai ventilasi, sehingga tidak jarang ditemui jalusi pada bagian kamar mandi, toilet, dapur, maupun tempat-tempat lain yang membutuhkan pertukaran udara.

 

Memang benar, apabila sebuah ruangan di dalam rumah tertutup dan tanpa penghawaan, dapat menjadi ruangan yang pengap atau bahkan lembap. Hal ini tentu saja mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan si penghuni rumah. Untuk itu, apabila tidak terdapat jalusi du sebuah ruangan, biasanya dipasang exhausvan untuk membantu pertukaran udara pada bagian rumah tersebut.

 

 

Model jalusi yang lama terkesan “kuno” sehingga sudah jarang dipakai lagi

Namun sayangnya, di masa sekarang, penerapan jalusi hanya sebagai kebiasaan. Seiring dengan perkembangan arsitektur dan interior di Indonesia, permintaan akan nuansa moderen dan minimalis semakin banyak diminati oleh pengembang maupun pemilik rumah. Pemahaman ini menggeser fungsi pemakaian jalusi yang pada awalnya berupa sirip-sirip kayu, berubah menjadi sebidang kaca datar yang terpatri dan kontan menghilangkan fungsi ventilasinya, hanya demi menghilangkan kesan kuno yang sudah ketinggalan zaman.

Kusen kaca di atas pintu, di mana seharusnya dapat dibuka, kini  seringkali hanya berupa jendela kaca mati untuk masuknya cahaya. Dengan pertimbangan menghindari nyamuk, istilah jalusi telah bergeser dan hanya berfungsi sebagai ornamen pelengkap daun pintu di sebuah rumah. Hal tersebut membuat pemakaian jalusi yang terkesan monoton menjadi kurang efektif dan mulai banyak ditinggalkan.

 

Jalusi masa kini tergantikan oleh karawang dan teknik baru penyusunan material bata

Dari eksplorasi material yang dilakukan oleh beberapa arsitek tanah air seperti Adi Purnomo dan Andra Matin, didapati bahwa permukaan dinding dapat terintegrasi dengan bukaan dan ventilasi ketika penyusunan materialnya dipikirkan dengan baik. Material-material yang digunakan tetap dapat berupa material bata yang disusun secara zigzag atau disusun miring, untuk memungkinkan terjadinya rongga udara.

Demikian pula keberadaan karawang sebagai dinding rooster, dapat menjadi contoh integrasi antara dalam dan luar bangunan. Kedua teknik ini dapat menghadirkan sirkulasi dan ventilasi udara karena prinsip penyusunannya memungkinkan ruangan “bernapas”. Dengan pernapasan yang lancar, yaitu dari seluruh bagian dinding rumah, pastilah ruangan menjadi lebih segar dibandingkan hanya menggunakan sistem jalusi setempat.

Kelebihan dari teknik penyusunan bata dan pemasangan karawang ini adalah memperlancar sirkulasi udara. Ruangan juga tidak lagi pengap karena permukaan dinding seakan “bernapas” untuk menyalurkan panas dan udara dari luar ke dalam atau sebaliknya. Kedua prinsip baru yang diadaptasi oleh sistem jalusi ini pun masih dapat memungkinkan penghuni melihat view keluar, yaitu dari antara rongga-rongga yang dibentuk di antara tiap bata, maupun rongga pada setiap unit karawang.

Sebaliknya, teknik ini memiliki kekurangannya, yaitu membuka kemungkinan keluar masuknya nyamuk dari luar. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan cara seperti pada permasalahan jalusi, yaitu dipasang lapisan kassa nyamuk pada rongga dinding untuk menahan serangan nyamuk. (AA)

more

Thursday 20th of January 2011 05:42:19 PM
Posted In Interior

Pemanfaatan Barang Lama

Adakalanya keterbatasan memberikan ruang bagi lahirnya sebuah kreativitas. Seperti pada penggunaan kembali barang-barang yang telah tak terpakai dalam rumah tinggal, sebuah kreativitas dapat menuntun kita untuk memanfaatkan barang-barang tersebut sebagai fungsi yang baru.

Dalam prinsip daur ulang, selain dikenal istilah recycle atau daur ulang, juga dikenal istilah reuse. Prinsip reuse ini berarti menggunakan kembali barang yang sudah pernah dipakai untuk kebutuhan atau fungsi yang lain. Dengan tidak memproduksi barang baru, prinsip reuse ini memberikan kontribusi bagi lingkungan dengan menghemat energi yang diperlukan untuk memproduksi barang-barang.

Reuse dalam sebuah hunian dapat berupa pemakaian kembali material konstruksi, seperti pecahan batako, maupun penggunaan komponen arsitektural seperti pintu, kusen, dan sebagainya.

 

Barang usang, dibuang sayang

Keistimewaan dari prinsip reuse terhadap barang-barang lama tersebut adalah dapat menciptakan keunikan yang khas. Selain itu, dengan prinsip reuse, sejumlah barang lama yang tadinya menumpuk atau siap untuk diloakkan, dapat dipergunakan kembali sehingga menghemat biaya yang harus dikeluarkan.

Sayangnya, kebanyakan barang yang merupakan hasil pembongkaran dari konstruksi lama, seperti kusen pintu, daun jendela, dan pecahan bata memiliki kerapuhan dan permukaannya sudah tidak sempurna. Kelemahan ini dapat disiasati dengan cara memperbaiki bagian tersebut, dan mengecat ulang dengan warna yang berbeda plus finishing anti-lapuk.

Uniknya, justru semakin usang sebuah barang, nilai historis dan memorinya makin terasa seiring dengan makin nyatanya guratan-guratan tekstur pada permukaan material. Contoh yang paling terlihat adalah pada lemari kayu jati reuse, yang justru semakin terasa kokoh dan kental nuansa etniknya apabila dibandingkan dengan lemari kayu jati yang baru saja seminggu lalu dibeli.

 

Barang antik yang membuat rumah makin apik

Dalam hunian, sentuhan gaya yang dihasilkan oleh penggunaan kembali barang bekas tersebut adalah etnik dan vintage. Biasanya bagi mereka yang memiliki hobi untuk menyimpan barang-barang tersebut tidak terpikir cara untuk mengolah kembali barang yang dikoleksinya.

Bahwasanya tidak semua orang memiliki kegemaran berburu barang antik, kita tetap masih dapat berkreasi untuk menciptakan nuansa etnik dan vintage di dalam rumah. Tanpa membeli barang baru, kita dapat mulai mengeksplorasi barang-barang tempo doeloe milik kita, maupun peninggalan-peninggalan masa kecil yang masih disimpan, karena belum sempat “diwariskan” atau masih menganggur di gudang penyimpanan karena telanjur out-of date.

 

Benda apa saja sebenarnya dapat Anda pakai kembali untuk tempat penyimpanan. Pilihlah barang yang memiliki material alam, terutama terbuat dari kayu, rotan, atau bamboo, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan.

 

Suitcase display box

Benda itu bisa saja sebuah suitcase ( tas kopor) coklat berbahan kulit yang semenjak dahulu menjadi benda wajib kakek atau ayah Anda saat berlibur. Bersihkan permukaan luarnya dengan kain dan air hangat. Usap suitcase dengan kain lap bersih dan keringkan dengan cara diangin-angin. Tempatkan suitcase pada posisi terbuka, tutupilah bagian dalamnya dengan gumpalan kain halus, misalnya kain serat tile berwarna gelap atau satin. Pajang benda-benda favorit atau pernak-pernik koleksi Anda di dalamnya. Letakkan suitcase di meja pada sudut ruang tamu atau pada tempat yang menjadi fokal point, dan Anda telah menghasilkan sebuah fungsi display box dengan sentuhan nuansa vintage.

 

• Keranjang rotan yang banyak dijual (modifikasi dengan kain kanvas)

          Apabila Anda bukanlah orang yang suka bepergian dan traveling tidak mencerminkan ciri khas keluarga Anda, barangkali perabot reuse yang lebih sesuai untuk hunian Anda adalah sebuah keranjang rotan. Pada dasarnya, keranjang rotan memang merupakan tempat penyimpanan, dan bersifat lebih santai/ casual. Keranjang rotan juga mulai banyak dijual di pasaran dengan berbagai modifikasi, yang tentu saja menaikkan harga jualnya. Anda dapat menciptakan keranjang rotan sendiri yang sesuai dengan nuansa hunian. Pilih kain kanvas yang warnanya serasi dengan nuansa ruang keluarga untuk menutup bagian dalam keranjang. Jahit atau beri perekat pada bagian pinggirnya sehingga menyatu seperti sarung bantal yang dapat diganti-ganti untuk dicuci.

 

Cara lain adalah dengan mengaplikasikan warna pada keranjang tersebut, atau memperbaharui warna rotannya dengan cat warna transparan. Kemudian, untuk penyusunannya, keranjang rotan dapat disusun bertumpuk secara vertikal, maupun secara berjajar. Dengan hanya sedikit usaha, keranjang-keranjang rotan tersebut berhasil Anda fungsikan sebagai rak-rak santai penyimpan buku-buku dan mainan koleksi anak Anda, sekaligus penambah estetika ruangan.

 

Tangga kayu berbentuk A

          Jika Anda memiliki sebuah tangga kayu pendek serbaguna di rumah, mungkin itu berarti Anda telah melihat fungsi ganda dalam sebuah barang. Biasanya tangga berbentuk A juga digunakan untuk tempat duduk pada meja dapur atau meja bar di ruang makan, karena ketinggiannya yang tidak melebihi sebatas dada orang dewasa yang sedang berdiri. Kita dapat menambahkan sebuah fungsi lagi untuknya yaitu rak penyimpan benda koleksi, terutama pada saat tangga tidak tepakai. Pasang bidang  tipis seluas jarak kosong antar anak tangga, dapat berupa tripleks atau karton tebal 3mm yang dilapisi dengan wallpaper. Rekatkan dengan lem temporer. Jadilah rak pajangan unik untuk pengisi kekosongan di ruang tengah maupun ruang makan Anda.

 

 

Jadi, jangan segan atau bahkan menggerutu apabila barang-barang jadul (baca: jaman dulu) masih banyak ditemui di dalam rumah Anda saat ini. Berbanggalah, karena siapa tahu itu yang menjadi modal utama bagi Anda ketika ingin merenovasi atau menata ulang hunian Anda. (AA)

more