Membangun Bersama
Selamat Hari Raya Idul Fitri Pindah Alamat

Jendela Sebagai Bukaan Rumah

Dewasa ini, kita semakin sering menjumpai produk-produk modern yang dipakai seiring dengan kebutuhan untuk serba cepat dan serba praktis.Hal tersebut pun dijumpai pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, tempat kita berada.Berlangsungnya semua proses, baik itu pembangunan hingga pemasangan material seakan menuntut kecepatan maksimalnya. Proses pemilihan material pun seringkali terkesan grasa-grusu agar segera dapat mencapai target waktu dan biaya tanpa memperhatikan dampaknya lebih lanjut.
Apalagi dengan mengusung konsep minimalis di sana-sini, yang dianggap paling penting adalah fokus terhadap gaya dan suasana hunian persis seperti yang diinginkan. Material-material yang cepat pasang (quick-fix) menjadi semakin diminati konsumen di tanah air, tak terkecuali kita sebagai pihak pemilik rumah.Pemilihan material didasarkan pada segi kemudahannya saja, misalnya kaca bentang lebar maupun material-material baja.


“Quick-fix” is quick but not so fixed
Namun tidak semua material yang siap pakai tersebut telah ramah lingkungan.Kaca, misalnya, ternyata kurang tepat digunakan di daerah tropis seperti di Indonesia.Hal ini dikarenakan permukaan bidang material tersebut dapat menyerap hingga 80% dari panas matahari. Tentu saja keadaan yang demikian menyebabkan efek yang negatif terhadap lingkungan, termasuk  efeknya terhadap penghuni. Sirkulasi hawa di dalam rumah bisa jadi terasa panas akibat pemakaian kaca yang berlebihan.
Kalau sudah demikian, solusi yang diambil adalah yang tercepat, dan seringkali bukan yang terbaik.Contohnya, apabila udara panas di dalam rumah. Alih-alih membenahi sistem sirkulasi, bukaan, dan tata ruang dalam hunian, pendingin ruangan atau AC (baca: air conditioner) selalu terpilih menjadi solusi karena dianggap menjawab persoalan lebih cepat dan tepat sasaran. Sudah benarkah pilihan kita?Untuk mengupas hal tersebut lebih lanjut, kami mencoba memperkenalkan beberapa prinsip yang dapat membuka wawasan Anda.


Mengenal prinsip ”transparan”
Seringkali yang terbersit dalam pikiran adalah sesuatu bidang permukaan yang tembus pandang.Ketika dikaitkan dengan bangunan, material yang terlintas adalah kaca.Gambaran selanjutnya yang terpikirkan adalah bentuk jendela.Namun apakah sesempit itukah prinsip transparan?
Transparan dalam istilah arsitektur adalah tingkatan kualitas material atau materiality yang masih dapat dilewati cahaya masuk dan memungkinkan kebebasan visual (David Hutama, 2010).Cahaya dapat berupa sinar matahari maupun lampu. Sedangkan kebebasan visual artinya keleluasaan sejauh pandangan untuk dapat melihat apa yang ada di balik bidang transparan tersebut.
Sebenarnya prinsip transparan dapat bersanding dengan prinsip void atau lubang penghawaan. Memang, kaca dapat difungsikan sebagai bukaan sumber cahaya.Teknik pemasangan kaca yaitu dengan daun jendela berfungsi sebagai rangka pemegang kaca, yang sering disebut dengan kusen.Hanya saja pemasangan kaca yang juga kerap ditemui berupa kaca mati (fixed), yang tidak dapat dibuka sehingga tidak memungkinkan adanya pertukaran cahaya.
Perkembangan kaca dengan teknologi baru: sistem double glass
Untuk mencapai transparasi ruang hunian yang langsung bersentuhan dengan udara luar, ada baiknya kita menganut sistem double glass atau kaca berganda. Perkembangan kaca dengan teknologi baru ini mampu membuat panas atau heat yang masuk melalui permukaan kaca diteruskan pada ruang hampa yang berada antara kedua kaca.
Pemasangan sistem double-glass ini telah tersedia dalam bentuk terintegrasi dengan kusen (biasanya aluminium) tetapi relatif agak mahal.Untuk menyiasatinya, kita dapat memasang dua jenis kaca berjajar.Kaca yang lebih tebal diletakkan bagian yang bersentuhan dengan panas dari luar rumah, sementara kaca yang lebih tipis pada bagian sebelah dalam. Beri jarak antara kedua permukaan kaca tersebut sekitar 6-8 cm. Selain sebagai penyimpan pansa, sistem double glass ini juga memiliki tingkat akustik yang tinggi karena menjadikan rongga di antara kedua permukaan kaca tersebut hampa udara sehingga kedap suara.
Optimalisasi modul-modul kaca dengan luasan bidang yang lebih kecil
Teknik lain yang dapat diaplikasikan pada hunian untuk mendapatkan efek transparan adalah dengan optimalisasi modul-modul kaca tersebut ke dalam luasan bidang yang lebih kecil. Nakas merupakan salah satu contoh penerapan modul-modul kaca tersebut.
Dibandingkan jendela, nakas memiliki luasan yang lebih kecil untuk menyimpan panas sehingga efek panasnya terbagi-bagi pada tiap modul, dan bukan seluas permukaan kaca.Ini membuat akumulasi panas yang disimpan pada permukaan nakas lebih kecil dibandingkan kaca jendela dengan bentangan yang lebih lebar.Kerapatan dan kerenggangan nakas juga dapat lebih disesuaikan sehingga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menyalurkan udara masuk ke dalam ruangan sesuai kebutuhan.
Material lain selain kaca untuk jendela rumah
Alih-alih menggunakan kaca sebagai material transparasi, Anda juga.dapat menggantikannya dengan PVC, akrilik, atau material transparan lain yang meredam hantaran panas. Namun perlu diingat bahwa pemakaian material-material tersebut harus diimbangi dengan penanaman vegetasi yang memberikan kesejukan, juga dipadukan dengan material-material natural seperti batu-batuan gunung atau batu alam.
Apabila menginginkan keterbukaan pada nuansa rumah, mengapa hanya jendela kaca yang menjadi pilihan? Masih ada cara lain yang dapat diterapkan supaya hunian menjadi lebih transparan. Cobalah untuk menjadikan void  pada bagian yang sudah semestinya terbuka. Bagian yang masih terasa panas dan terkena hujan dapat dipasangi shading atau peneduh di bagian luar ruangan.
(AA)


Related Post
Username
Password
Remember Me
Please enter your valid email or username, so we can send your new password correctly.
Email or Username

Username must be filled

Display name must be filled

Email name must be filled

Password must be filled

Confirm password must be filled
4 + 7 = ? (write the answer below)

Captcha must be filled
Apakah Anda bersedia menerima newsletter?
Register success, one step again to be the holcimers, please check your email :)