Thursday 20th of January 2011 04:41:43 PM
Posted In Interior

Railing Tangga Yang Aman dan Nyaman

Kehadiran tangga sebagai penghubung lantai satu dengan lantai di atasnya merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan. Selain bersifat fungsional, keberadaan tangga di rumah Anda juga dapat menjadi elemen pelengkap dekorasi. Sebelum mengenal lebih jauh fungsi dan kegunaan railing, ada baiknya kita mengenal struktur tangga terlebih dahulu.

Struktur tangga terdiri atas bagian-bagian yang saling menopang satu sama lain. Kehadiran elemen yang satu dengan elemen lainnya saling berhubungan. Sistem struktur tangga sendiri terdiri atas anak tangga vertikal (riser) untuk pijakan tangga horizontal (tread), ibu tangga yang memegang anak tangga (string), tiang utama (newel), pegangan tangga/ railing (handrail), dan pagar tangga (baluster).

 

Apakah railing itu?

Railing merupakan salah satu bagian dari struktur tangga yang berfungsi pengaman bagi penghuni. Ternyata ketika diposisikan sebagai elemen interior, pemilihan railing yang tepat dapat memperkuat komposisi ruangan. Hal ini disebabkan oleh pemasangan railing yang berupa repetisi (perulangan) elemen garis yang teratur sesuai jumlah anak tangga.

Dibandingkan dengan tembok masif yang mengelilingi dan mengamankan sebuah tangga, railing merupakan pilihan yang lebih baik karena dapat memungkinkan sirkulasi udara yang lebih lancar. Pemasangan railing juga masih dapat memungkinkan komunikasi antara ruang atas dan bawah pada sela-sela antara rongga railing.

 

 

Selaraskan Railing dengan Gaya Hunian Anda

Sesuai dengan gaya hunian yang paling umum diadaptasikan pada rumah Anda, railing dapat dibedakan menjadi 2, yaitu railing bergaya modern atau minimalis dan railing bergaya klasik atau etnik.

Material yang digunakan pun sangat beragam, yaitu mulai dari logam, kayu, beton sampai kaca. Penggunaan material sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya desain ruangan.


1. Railing Rumah Bergaya Minimalis

Secara konsep, kunci dari rumah minimalis adalah minimalisasi penggunaan profil atau ornamen yang justru bisa menghilangkan kesan minimalisnya. Desain yang digunakan bisa memakai garis-garis tegas. Misalnya pemakaian material logam.

 

  • Profil atau Bentuk

Profil railing tangga sebaiknya tidak dibuat terlalu ramai agar ruang lebih sedap dipandang. Untuk penyusunan elemen garis, pilihan railing dapat berupa garis vertikal dan horizontal yang sederhana.

Selain profil yang sedikit, kuantitas kerapatan besi penyangganya juga harus dipikirkan. Sebaiknya tidak terlalu renggang maupun terlalu rapat. Apabila terlalu rapat akan memiliki kesan seperti ”jeruji” besi, sedangkan besi penyangga yang terlalu renggang dapat membahayakan anak kecil. Ukuran yang ideal adalah lebih kecil dari ukuran badan anak kecil. Bagi keluarga yang memilik anak kecil, sebaiknya tidak menggunakan railing dengan profil garis melintang yang dapat dipanjat. Hal ini ditujukan demi menjaga keselamatan sang anak, terutama karena rasa keingintahuannya.

 

  • Warna
    Warna yang tepat untuk digunakan adalah warna dasar seperti hitam dan turunannya (warna kelabu). Namun untuk mendapatkan sentuhan yang lebih modern, railing dapat menggunakan warna silver. Warna tersebut dapat diperoleh dari aplikasi material logam, seperti stainless steel, krom atau jenis logam lainnya.

 

  • Material

Material railing yang disarankan untuk rumah minimalis adalah logam, beton, atau kaca. "Tapi bukan berarti unsur tersebut tidak bisa dipakai pada konsep desain interior lain, tapi untuk rumah minimalis umumnya material tersebut yang dipakai," ujar arsitek Ir Bambang Sudiatmojo.

Untuk railing yang bersifat transparan, sebaiknya digunakan bahan fiberglass karena lebih aman dari resiko pecah. Namun sayangnya fiberglass ini tidak 100% memberikan kesan transparan (lebih cenderung translusen). Untuk itu, material lain yang dapat digunakan adalah kaca tempered yang tidak akan berkeping-keping jika pecah. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang masih anak-anak, kami anjurkan penggunaan material akrilik yang jauh lebih aman. Hanya saja material ini lebih mahal dibandingkan kaca biasa dan terdapat penurunan daya kilapnya.

Unsur beton juga dapat dipakai dalam ruangan. Tetapi yang harus diperhatikan adalah jumlah rongga yang lebih banyak agar tak terlalu menekan penghuni dan membatasi pemandangan, misalnya hanya sebagai konstruksi penyangga. Hal ini juga dilakukan agar sirkulasi udara pada tiap lantai tetap dapat mengalir dengan lancar.

 

 

2. Railing Rumah Bergaya Klasik atau Etnik

Sebenarnya kedua jenis gaya ini agak berbeda, tetapi kami satukan karena mengacu pada gaya hunian yang lebih old daripada gaya hunian minimalis yang telah dibahas sebelumnya. Kedua gaya ini memiliki kesamaan dalam hal ornamen. Memang jika dibandingkan dengan rumah bergaya minimalis yang minim ornamen, gaya etnik dan gaya klasik lebih mengedepankan ornamen untuk memperkuat nuansa rumah.

 

Perbedaan mendasar railing gaya etnik dan klasik lebih terlihat pada pemilihan jenis material dan bentuk ornamen yang dipilih.

Pada tangga bergaya etnik, pemilihan jenis material cenderung kepada bahan kayu, misalnya kayu jati. Kayu ini dapat berupa kayu asli yang bahkan masih merupakan bentuk aslinya, dan hanya difinishing dengan vernis atau pelitur untuk mempertahankan keawetannya. Profil railing tangga bergaya etnik semakin diperkuat dengan bentuk ornamen ukiran.

Profil tangga yang berornamen juga banyak digunakan pada konsep klasik, hanya saja material yang digunakan adalah logam. Material yang biasa digunakan adalah besi tempa yang berwarna tembaga. Untuk besi penyangga railing itu sendiri sering digunakan besi ulir, yang dapat menambah kesan ornamented.

 

Baik desain etnik maupun klasik, memiliki pilihan ornamen yang beragam. Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan selera Anda, tetapi jangan lupa untuk diselaraskan dengan nuansa rumah secara keseluruhan, misalnya dengan lampu gantung atau gagang pintu yang berada dekat railing tersebut. (AA)

 


more

Thursday 20th of January 2011 04:17:27 PM
Posted In Interior

Barang Bekas sebagai Alternatif Material Interior Bangunan

Barang bekas seringkali masih dianggap remeh bagi kebanyakan orang. Sebut saja botol-botol kaca kosong, kertas koran, pipa bekas, pecahan kaca, ban mobil, dll. Memang barang bekas tersebut sudah tidak berarti lagi ketika tidak lagi terpakai. Sudah dapat ditebak, barang-barang tersebut berakhir di tangan pedagang rongsokan yang bersedia membeli dari kita secara kiloan. Walaupun uang hasil penukaran tidak seberapa untuk mengisi kantong, pilihan tersebut paling tidak terasa lebih baik karena membersihkan pandangan kita daripada barang-barang tersebut.

Namun, siapa sangka botol kaca tebal yang selama ini hanya dibuang ternyata masih punya peluang? Dengan sedikit upaya dari tangan kreatif Anda, barang bekas pun dapat digunakan kembali menjadi material yang cukup menarik, bahkan ramah lingkungan, tentunya karena daur ulang sederhana yang Anda lakukan. Pada artikel ini, akan kami bahas mengenai botol kaca bekas sebagai alternatif material bangunan.

            Pada prinsipnya, warna botol yang lebih terang akan menjadi jalan cahaya masuk yang lebih baik dibandingkan dengan warna botol yang gelap. Botol kaca juga lebih awet dan memiliki ketahanan yang karena jauh lebih tebal daripada botol plastik. Selain itu, botol kaca juga lebih tahan panas karena sifat alami materialnya.

 

SUMBER:

http://www.abizmal.co.cc/2010/07/rumah-daur-ulang-yang-keren-terbuat.html

            Bagian dudukan botol kaca yang berbeda-beda warnanya tersebut dapat dipakai menjadi elemen pengisi dinding di sela-sela semen dan batu bata. Permukaannya yang berwarna pun dapat meneruskan cahaya matahari yang berwarna putih sehingga dapat berfungsi sebagai titik-titik lampu berwarna di siang hari. Penataan botol kaca tersebut dapat dilakukan pada permukaan elemen rumah Anda, seperti pada pintu rumah, langit-langit, maupun jendela pada rumah Anda.

Botol Kaca Bekas sebagai Material Penyusun Furnitur

Potongan botol kaca yang telah dipotong sama rata pun dapat dibentuk menjadi furnitur dalam interior rumah. Dengan sedikit bantuan semen atau resin (bahan kimia sejenis lem yang dapat mengeras), botol kaca tebal di tempat sampah dapat berpindah menjadi sebuah lampu duduk di atas meja, maupun meja itu sendiri. Pilihlah botol kaca yang cukup tebal. Selanjutnya, potong dan pisahkan bagian dasar botol dengan pemotong kaca. Susun pola mozaik mengelilingi kap lampu sesuai selera Anda. Mari berkreasi.

 

Karet Ban Mobil, Alternatif Material Barang Bekas yang Tak Terduga

Lain halnya dengan material kaca, lain pula perlakuan terhadap material karet. Salah satu contoh nyata dari digunakannya kembali material bahan bekas adalah ban mobil. Ban mobil pun kini telah menjadi salah satu material bahan bekas yang dapat kembali digunakan sebagai elemen hunian.

Ban mobil merupakan hasil vulkanisir dari industri karet yang mengutamakan kekuatan struktur pada bentuk lingkaran. Di dalam karet ban mobil, terdapat serat-serat yang seperti serabut dan berguna untuk menjadi jalinan penguat dan pemberi struktur bentuk ban. Di antara lubang ban mobil, yaitu di bagian peleg, memiliki kelemahan struktur jika dibiarkan tidak terisi. Untuk itulah ketika menggunakan kembali karet ban mobil sebagai material alternatif, harus diberikan jaringan penguat.

Pada proses uji coba, ternyata ketahanan ban mobil semakin tinggi ketika diperkeras dengan material semen. Seperti karung yang terus diisi dan menjadi satu bagian yang masif dan solid, ban mobil menjadi material yang dapat menjadi isolator atau menahan hantaran panas. Material karet pada ban mobil juga dapat lebih tahan air daripada material seperti batu bata dan pasir tanpa finishing yang baik.

Sayangnya, material ini memerlukan ruang untuk dinding yang lebih besar dibandingkan material-material lain, misalnya baja. Material karet ini berwarna hitam, sehingga dapat menyerap panas secara maksimal. Ketika diterapkan pada daerah tropis, material karet ban mobil kurang efektif untuk diterapkan secara keseluruhan karena tidak memungkinkan adanya sirkulasi yang lancar di dalam material. (AA)

more