
Sisa Material, Dibuang Sayang
Berkreasi dengan lantai dan dinding yang diekspos semen memang sah-sah saja. Bahkan, ada banyak cara untuk membuat tampilan tersebut makin atraktif. Di antara banyak cara yang ada, pernah terlintas untuk memadupadakan lantai dan dinding rumah dengan material lain yang menarik, misalnya tembikar?
Di lokasi konstruksi, ada banyak sisa-sisa material yang dibuang sayang. Jika di antara sisa-sisa material itu terdapat sisa pecahan penutup lantai seperti keramik, marmer dan teraso serta pecahan genteng, jangan buru-buru dibuang. Cobalah kumpulkan semua sisa pecahan-pecahan material tersebut di tempat terpisah. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, sisa-sisa material yang tadinya hanya akan berakhir menjadi onggokan sampah dapat berubah jadi sebuah aksen manis bagi rumah Anda!
Berangkat dari ide sederhana itu, yakni memanfaatkan sisa-sisa material yang ada agar dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat, lahirnya ide untuk mengolah tampilan screed dinding dan lantai dengan menambahi tembikar di dalamnya. Dinding dan lantai yang terbuat dari screed semen/ plesteran pada dasarnya merupakan obyek potensial untuk dibuat lebih bermain dan meriah. Sebabnya, lapisan permukaan screed dinding dan lantai ekspos semen cenderung dibiarkan apa adanya dalam balutan warna abu-abu. Padahal, warna tersebut terkadang berkesan dingin dan serius. Kalau ingin rumah terasa lebih ceria, tambahkan aksen lain dalam warna-warni menawan agar warna abu-abu semennya dapat lebih ‘hidup’. Dan lagi, dari segi struktur, kondisi lapisan screed memungkinkan untuk diberi tambahan material asal tidak terlalu tebal.
Jadi, Ayo Coba Isi Screed dengan Aneka Tembikar!
Bagaimana cara ‘mengisi’ screed dengan aneka pecahan tembikar dan pecahan tembikar apa saja yang dapat dipakai sebagai ‘pengisi’ screed? 2 pertanyaan itu mungkin merupakan pertanyaan yang akan langsung Anda tanyakan.
Tembikar yang bisa dipakai sebagai pengisi screed pada dasarnya segala macam tembikar, mulai dari pecahan gerabah, genteng tanah liat, hingga kepingan jenis keramik tertentu yang memang dibuat sebagai pengisi lapisan dalam plesteran.
Cara mengisi screed pun tidak sulit, hanya seperti memasukkan kepingan benda ke dalam lapisan plester yang masih basah. Setelah kepingan tembikar itu masuk ke dalam plesteran, ratakan kembali permukaan screed agar kembali rata dan halus. Jika diperlukan, tutupi permukaan screed yang belum kering dengan plastik atau tripleks agar tak terinjak.
Ingat, jangan lupa pula cara menyusun pecahan atau kepingan tembikar yang ditanam di dalam lapisan screed. Kalau ingin tampilan berkesan abstrak, gaya berantakan boleh dipilih. Jika lebih suka yang teratur dan terpola, buat saja pola yang Anda inginkan. Bebas berkreasi dan eksplor terus ide Anda agar kreativitas makin terasah!
Kunci utama hasil aksen tembikar yang apik:
Pakai cara berpikir khas anak-anak yang menganggap semua adalah kanvas putih yang perlu diwarnai. Dengan cara berpikir seperti ini, niscaya Anda akan lebih berani mengeksplorasi ide-ide yang selama ini terasa mustahil untuk diwujudkan.










